menjadi polisi yang beriman dan bertaqwa
Rubrik : Artikel
Diskusi Penyempurnaan Renstra Polri Tahun 2015-2019.
2014-04-27 11:56:47 - by : zulu

FGD Penyempurnaan Renstra Polri 2015-2019.


Oleh : Zulkarnain Adinegara.


 


Pada hari Kamis, 24 April 2014 kami mengikuti FGD yang diselenggarakan oleh Srena Polri dengan tema "Penyempurnaan Rancangan Renstra Polri Tahun 2015-2019". 


FGD ini diikuti oleh beberapa Satuan kerja yang ada di lingkungan Mabes Polri dengan menghadirkan tiga orang nara sumber yaitu Prof. Sarlito Wirawan, Prof. Paulus Wirutomo yang sama-sama dari UI dan Bapak Abdul Malik Sadat Idris, S.T., M. Eng dari Bappenas yang saat ini bekerja di Kementerian PU.


Beberapa pendapat kami yang perlu dikemukakan sehubungan dengan konsep atau rancangan Renstra dimaksud sebagai bahan diskusi :


a. Seperti telah dikemukakan oleh para nara sumber bahwa setiap memasuki tahapan Renstra perlu dilakukan pengukuran yang obyektif atas capaian setiap tahapan tersebut. Misalnya sudah sejauhmana trust atau tingkat kepercayaan masyarakat atau para pemangku kepentingan lainnya kepada Polri. Begitu juga sudah sejauh mana tingkat pathnership atau kemitraan yang dilakukan oleh Polri dengan berbagai komponen bangsa, Kementerian/ Lembaga dan masyarakat yang tidak hanya dilihat dari jumlah MoU tetapi juga implementasinya. Sungguhpun misalnya masalah pengukuran tentang tingkat kepercayaan masyarakat sudah agak terlambat (karena Renstra Polri yang I pada tahun 2005-2009), akan tetapi pengukuran ini senantiasa masih sangat diperlukan.


Pengukuran ini direkomendasikan dilakukan tidak hanya oleh Polri tetapi bersama-sama dengan lembaga yang memiliki kapabilitas serta diakui oleh publik.


b. Pada sasaran strategi ke 2 yaitu “Meningkatkan pelayanan  prima dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan upaya pre-emtif dan pre-ventif yang didukung oleh penegakan hukum yang tegas”. Pada indikator kinerja utama-nya disarankan ditambah :


1) Menurunnya baik kualitas dan kuantitas konflik sosial yang berskala nasional maupun kedaerahan yang disebabkan oleh agama, pengelolaan SDA, sengketa perbatasan dan perebutan lahan pertanian.


2) Meningkatnya pananganan dan penyelesaian kasus-kasus konflik soial yang berskala nasional maupun kedaerahan secara hukum sampai di pengadilan maupun secara dispute atau musyawarah dan mufakat.


c. Pada sasaran strategi ke 6, yaitu “Terbangunnya kemitraan dengan masyarakat dan bersinergi polisional inter departemen dan lembaga negara dalam menciptakan keamanan dalam negeri  secara berkelanjutan”. Pada indikator kinerja utama-nya disarankan untuk dimasukkan point tentang “semakin kuatnya hubungan kerjasama Polri dengan aparat penegak hukum lainnya yang ditandai oleh meningkatnya baik kuantitas dan kualitas penyertaan personil Polri seperti di KPK, BNN, BNPT, PPATK, OJK dan instansi penegak hukum lainnya yang memang membutuhkan personil Polri”. Pemasukan point ini harapannya dikemudian hari tidak ada permasalahan sesama antar aparat penegak hukum yang seolah-olah saling berebut pengaruh maupun kewenangan dan memberikan rasa kepastian, keadilan dan kemamfaatan hukum kepada masyarakat.


d. Pada sasaran strategi ke 7, yaitu “Terwujudnya personel Polri yang profesional, bermoral dan modern”. Pada indikator kinerja utama-nya disarankan untuk ditambah :


1) Terbentuknya asas-asas kepemimpinan di lingkungan Polri sebagai upaya penguatan perubahan kultur sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang mengarah kepada kultur pelayanan di lingkungan Polri.


2) Adanya kajian ulang terhadap Tribrata sebagai pedoman hidup Polri dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja Polri sekaligus sebagai upaya internalisasi nilai-nilai yang mudah dipahami dan mudah diinternalisasikan menuju personil Polri yang lebih bermoral.


3) Terselenggaranya kajian perubahan atau amandemen atas UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri yang mengarah kepada penguatan institusi Polri baik secara struktur, instumental maupun kultur. Bersamaan dengan hal ini terselenggaranya kajian atau pembahasan dan penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Polri seperti RUU KUHAP, RUU KUHP dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan tugas-tugas kepolisian seperti mengenai KPK, Kejaksaan, Mahkamah Agung, Advocate atau Penasehat Hukum, Bea Cukai, Perpajakan dan lain-lain yang sifat kajiannya berupa penguatan terhadap institusi Polri atau kewenangan polisionil.


e. Pada sasaran strategi ke 11, yaitu “Meningkatnya penyelesaian dan pengungkapan,  serta terciptanya rasa aman terhadap 4 (empat) jenis kejahatan (kejahatan konvensional, kejahatan terhadap kekayaan negara, kejahatan transnasional dan kejahatan berimplikasi kontinjensi)”. Pada indikator kinerja utama disarankan untuk ditambah :


1) Meningkatnya persentase penanganan kasus-kasus yang berskala besar khususnya yang berkaitan dengan kejahatan terhadap kekayaan negara seperti korupsi, illegal mining, illegal logging dan illegal fishing. Berskala besar ini khususnya yang menjadi perhatian publik dikarenakan kerugian negara yang cukup besar dan melibatkan pejabat publik seperti Menteri, Gubernur, Bupati dan Wali Kota dapatnya secara profesional diambil alih oleh penyidik Polri.


2) Untuk “target” khususnya indikator kinerja utama hurup b, yaitu “persentase penurunan jumlah tindak pidana”, disarankan jangan terlalu tinggi. Target agar turun 70%, 93,8%, 88,9%, 95,2% dan 95% sangatlah terlalu tinggi dan akan menyulitkan posisi Polri sendiri, apalagi jika dikaitkan dengan semakin tingginya kesenjangan pendapatan antara masyarakat miskin dan yang kaya. Untuk itu disarankan penurunan jumlah tindak pidana ini untuk setiap tahun tidak lebih dari 5% atau sesuai dengan daerah masing-masing


Adapun rancangan Renstra tersebut dapat dilihat disini.


Dan jika ada saran pendapat sebagai upaya penyempurnaan rancangan Renstra Polri 2015-2019 kepada kami tentu dapat dikirim ke email kami zuluadinegara@gmail.com atau zulkarnain@polri.go.id


Semoga Polri hari ke hari semakin baik sesuai harapan masyarakat menuju polisi yang rahmatan lil alamin.


menjadi polisi yang beriman dan bertaqwa : http://polisiku.net
Versi Online : http://polisiku.net/article/99/diskusi-penyempurnaan-renstra-polri-tahun-2015-2019.html