headerphoto

IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN RAHMATAN LIL ALAMIN DI LINGKUNGAN POLRI GUNA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN

Selasa, 9 Oktober 2012 04:40:17 - oleh : zulu

IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN RAHMATAN LIL ALAMIN DI LINGKUNGAN POLRI GUNA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DALAM RANGKA KEMANDIRIAN BANGSA.

Oleh : Zulkarnain Adinegara

Dari berbagai teori kepemimpinan, posisi seorang pemimpin dalam suatu organisasi sangatlah strategis, karena pemimpinlah yang akan membawa, mengarahkan dan menggerakkan seluruh potensi dalam organisasi terutama dalam pencapaian tujuannya. Pengertian umum dari kepemimpinan yang selama ini selalu diingat adalah ilmu dan seni dalam mempengaruhi orang dan organisasi untuk mencapai tujuan yang dikehendaki atau ilmu dan seni mempengaruhi orang lain (yang dipimpin) untuk mentaati perintah/ anjuran dengan tulus dan iklas guna mencapai tujuan organisasi sesuai kehendak pemimpin. Lebih-lebih jika organisasi tersebut adalah suatu negara dan bangsa, maka seorang pemimpian sangatlah penting, strategis dan menentukan. Di Indonesia kepemimpinan yang berkaitan dengan negara dan bangsa atau kehidupan nasional ini didifinisikan sebagai Kepemimpinan Nasional yang dimaknakan sebagai “kelompok pemimpin bangsa pada segenap strata kehidupan nasional di dalam setiap gatra (Astagtra) pada bidang atau sektor profesi baik di supra struktur, infra struktur dan sub struktur, formal dan informal yang memiliki kemampuan dan kewenangan untuk mengarahkan/ menggerakkan segenap potensi kehidupan nasional (bangsa dan negara) dalam rangka pencapaian tujuan nasional berdasarkan UUD N RI 1945 serta memperhatikan dan memahami perkembangan lingkungan strategis guna mengantisifasi berbagai kendala dalam memamfaatkan peluang”.  Demikian juga hal dengan setiap pemimpin di lingkungan organisasi Polri yang memiliki tugas pokok sebagai pemelihara kamtibmas, penegak hukum dan pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat sangatlah strategis dan menentukan bagaimana “warna” seorang pemimpin untuk menghantarkan agar tujuan tugas pokok Polri pada setiap level atau tingkatan dapat terwujud dan tercapai. Semua ini tentu saja guna memberikan kontribusi penciptaan situasi dan kondisi yang aman, tentram dan damai sehingga pembangunan nasional di tingkat pusat dan di tiap-tiap daerah dapat berjalan dengan baik dalam rangka mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Pemimpin di lingkungan Polri adalah bagian dari pemimpin nasional yang berarti pula dalam implementasi kepemimpinan pada setiap tingkatan di lingkungan Polri haruslah senantiasa berpikir dan bertindak secara komprehensif dengan memperhatikan bagian-bagian atau gatra-gatra yang lain serta integratif dalam arti bersinergi satu sama lain dan holistik dalam mewujudkan situasi yang aman, tentram dan damai sebagai bagian dari ketahanan nasional. Dari analisis kepemimpinan nasional adalah sangat keliru jika seorang pemimpin dalam suatu gatra tertentu dan dalam setiap level berpikir sektoral untuk kesuksesan semata-mata gatra atau bagian pekerjaan sektroral dengan mengorbankan sektor yang lain. Demikian juga dengan kepemimpinan di lingkungan Polri haruslah berpikir dan bertindak serta memperhatikan gatra atau sektor-sektor yang lain untuk kesuksesan bangsa dan negara Indonesia sebagai implementasi dari pemahaman “walaupun berbeda-beda tetapi satu”, Bhineka Tunggal Ika atau seperti apa yang pernah dikatakan oleh Soekarno, “satu untuk semua, semua untuk satu dan semua untuk semua”.

Sebelum tahun 1998, Polri masih bergabung dengan ABRI, maka asas-asas kepemimpinan yang dikembangkan dan diimplementasikan adalah 11 Asas Kepemimpinan ABRI. Tetapi kemudian setelah TNI dan Polri berpisah, maka sejak tahun 1998 tersebut sampai saat ini di lingkungan Polri belum ada perumusan asa-asas kepemimpinan yang dapat menjadi pedoman dan diimplementasikan. Belum adanya atau ketiadaan asas kepemimpinan ini bukanlah berarti sama sekali tidak ada asas-asas kepemimpinan yang diterapkan di lingkungan Polri. Sejatinya Polri memiliki tugas pokok, memiliki pedoman hidup Tribrata dan memiliki pedoman kerja Catur Prasetya (walaupun dalam perjalanannya sudah ada perubahan pemaknaan). Polri juga memiliki kode etik khusus untuk Polri, memiliki kode etik penyidikan yang khusus dimiliki oleh para penyidik Polri. Kemudian di lembaga pendidikan seperti AKPOL, PTIK, Sespimma, Sespimmen, Sespimti dan Lemhannas sendiri diajarkan juga berbagai teori-teori kepemimpinan maupun pelatihan-pelatihan pembentukan karakter seorang pemimpin yang pada dasarnya diadopsi untuk kemudian diimplementasikan oleh para pemimpin di setiap level di lingkungan Polri. Didasarkan pada berbagai pembelajaran kepemimpinan, khususnya kepemimpinan nasional, negarawan, kontemporer, visioner maupun perpaduan dengan tugas pokok Polri, pedoman hidup Tribrata dan pedoman kerja Catur Prasetya serta kepemimpinan yang dapat menjadi contoh dan teladan utama umat manusia yaitu Nabi Muhammad SAW, maka menurut penulis sangatlah penting merumuskan asas-asas kepemimpinan di lingkungan Polri. Didasarkan pada atas keinginan “Membangun Polri yang Rahmatan Lil Alamin Tahun 2020”, yang memilih atau menentukan pada dua kritikal driving forces atau pada dua pengungkit utama, yaitu Profesionalisme dan Moralitas anggota Polri.

Kemudian dikaitkan dengan tugas pokok Polri dan fitrah atau kodrat umat manusia diciptakan yaitu untuk kemaslahatan umat manusia itu sendiri maupun bermanfaat bagi sesamanya umat manusia serta bagi alam dan seisinya. Dalam surat Al Maida ayat (42) dijelaskan yang artinya “pemimpin adalah seorang yang mampu memberi manfaat bagi orang-orang yang dipimpinnya”. Demikan juga dalam surat Al Anbiya ayat (107) yang artinya “Dan tidaklah kami kirim kamu (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam”. Didasarkan pada pemaknaan beberapa hal tersebut diatas dengan analisis teori PDB Triangle atau Segitiga Positioning-Defferensiation-Brand, penulis merumuskan atau menkristalisasikan asas-asas kepemimpinan di lingkungan Polri sebagai sebuah style atau gaya dengan penyebutan “Asas-asas Kepemimpinan yang Rahmatan Lil Alamin (RLA) di Lingkungan Polri”. Berdasarkan kajian-kajian di atas maka rumusan asas-asas kepemimpinan RLA di lingkungan Polri ini ada 10 (sepuluh) Asas, yaitu :
1)    Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yaitu beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepadaNya serta menjalankan ajaran agamanya masing-masing sesuai keyakinan.
2)    Profesional, yaitu memiliki kecerdasan atau intelektualitas yang disertai oleh sifat-sifat kenegarawanan dan nasionalisme yang tinggi serta menjadi teladan bagi siapapun atau fatonah.
3)    Akuntabel atau dapat dipertanggung-jawabkan semua kata dan perbuatan secara transfaran sehingga dipercaya dan memiliki legitimasi serta rendah hati atau amanah.
4)    Jujur, yaitu menjaga kebenaran, berintegrasi tinggi serta terjaga dari kesalahan atau shiddiq.
5)    Komunikatif dan informatif, artinya senantiasa menyampaikan risalah kebenaran dengan cara-cara diplomasi dan aspiratif (tabligh) baik kepada karyawan secara internal maupun publik secara eksternal.
6)    Visioner, yaitu kemampuan untuk memprediksi apa yang diharapkan oleh organisasi dimasa depan dan bagaimana untuk mencapai secara lebih cepat, efektif dan efisien tidak sekedar reaktif tetapi juga proaktif dan antisipatif.
7)    Adil, artinya selalu patuh kepada hukum (tidak KKN), menegakkan hukum dengan berlandaskan pada hukum untuk memperoleh kemanfaatan, cinta damai, anti kekerasan, toleran dan menjunjung tinggi HAM.
8)    Setia dan berani, artinya memiliki kualitas kesetiaan kepada negara dan bangsa, tanah air dan organisasi serta memiliki sikap loyal yang timbal balik dari atasan terhadap bawahan, terhadap atasan dan dua atasan samping serta berani dalam mengambil keputusan dengan berbagai alternatif.
9)    Berjiwa besar, artinya memiliki kemauan, kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung-jawab dan kedudukan kepada generasi muda atau legowo, serta senantiasa mengkader generasi berikutnya sebagai pengganti yang lebih baik.
10)    Memiliki sikap pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, artinya seorang pemimpin di lingkungan Polri senantiasa berupaya mewujudkan suasana yang mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat dengan keikhlasan (tanpa paksaaan dan kepentingan apapun kecuali karena tugas dan tanggung jawab) dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun menegakkan hukum.

10 Asas Kepemimpinan RLA di lingkungan Polri ini apabila diimplementasikan khususnya dalam penegakan hukum peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pangan, maupun dalam upaya-upaya yang nyata seperti keterlibatan perpolisian masyarakat untuk ikut serta bersama-sama pemangku kepentingan lainnya pada usaha produksi pangan, akan meningkatkan ketahanan pangan. Peningkatan ketahanan pangan disini tidak hanya pada sistem ketersediaan pangan saja seperti misalnya terpeliharanya lahan pertanian pangan yang berkelanjutan, sehingga produksi meningkat, tetapi juga pada sistem yang lain yaitu keterjangkauan, konsumsi, pemberdayaan masyarakat maupun manajemen. Pada sistem keterjangkauan pangan misalnya lancarnya distribusi pangan yang dikarenakan seluruh aparat kepolisian membantu kelancaran distribusi pangan di lapangan, yang biasanya sering dikeluhkan oleh pengusaha distribusi pangan banyaknya pungutan liar, sehingga mengakibatkan biaya tinggi dan harga pangan menjadi lebih tinggi. Dari sistem pemberdayaan masyarakat, kontribusi yang dapat dilihat adalah keterlibatan para kelompok tani seperti Gapoktan (gabungan kelompok tani) maupun kelompok masyarakat sipil lainnya yang independent dan peduli terhadap petani dan nelayan untuk ikut secara aktif meningkatkan harkat dan martabat dari para petani dan nelayan sendiri.

Untuk lebih jelasnya dalam uraian silahkan diklik disini.


 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Artikel" Lainnya

Login


Username
Password

Register
Forgot Password

Polling

Bagaimana menurut anda kinerja Polri?

 

Pesan Singkat

Support

zulkarnain
Status YM
Lutfi
Status YM

Tags

assessement center polri., assessment center polri., bunuh aku, dewan pers, draf pid, ekonomi rakyat dan ketahanan pangan, eksekusi jaminan fidusia, etos kerja petani dan nelayan mencapai ketahanan pangan, geopolitik indonesia dan wawasan nusantara, geostrategi dan ketahanan nasional, goes sepeda polri, grans strategi polri, hukum dan pembangunan nasional, idiologi dan uud 1945, interpol dan aseanapol, kamus kompetensi assessment center polri., kejahatan korea, kekuatan doa, kempemimpinan nasional, kepemimpinan kontemporer dan ketahanan pangan., kepemimpinan rahmatan lil alamin di lingkungan polri dan ketahanan pangan, kepemimpinan rahmatan lil alamin di lingkungan polri., kepemimpinan rahmatan lil alamin., kepemimpinan visioner dan ketahanan pangan, kesiapan indonesia dibidang ekonomi hadapi asean comunity 2015, ketahanan nasional dan ketahanan pangan, ketahanan pangan., kewaspadaan nasional, kewaspadaan nasional dan ketahanan pangan, konsep perubahan uu polri versi kompolnas, kontribusi teknologi dalam zoning wilayah, kumpulan pantun sekolah, ledakan penduduk dan kewaspadaan nasional., manajemen penyidikan, melindungi pekerja migrant di luar negeri, nilai-nilai pancasila dan ketahanan pangan., operasi kepolisian, paparan bhd sertijab, paparan densus tentang teroris, pelatihan divhumas polri, pembangunan wilayah perbatasan dan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat petani., pemberdayaan sumberdaya pertanian, penegakan hukum nasional, penegakan supremasi hukum, pengadaan barang/ jasa secara elektronik., pengawasan penyidikan, pengelolaan barang bukti, penyadapan dan pemantauan, peraturan kapolri, perberdayaan sumberdaya kehutanan., perkap 4 tahun 2010, perkap nomor 1 tahun 2010, perkap nomor 2 tahun 2010, perkap nomor 3 tahun 2010, piak di polri, polisi dharfur, quran, rancangan perkap pid, rancangan renstra polri 2015-2019, rezim anti pencucian uang, rezim anti pencucian uang dan pendanaan terorisme, sertijab kapolri, sinergitas aparat pemerintah dan masyarakat, sinergitas tni dan polri bersama badan ketahanan pangan., sistem jaminan sosial nasional dan ketahanan pangan, sistem manajeman nasional dan kemandirian bangsa., sistem manajemen nasional dan ketahanan nasional., sistem mananjemen nasional, strategi penegakan hukum, strategi pengambangan ilpengtek, struktur pid, supremasi hukum dan sukses pemilu 2014, transportasi dan ketahanan pangan., tunjangan kinerja di lingkungan polri, visi misi polri, wasantara dan ketahanan pangan., wawasan nusantara dan ketahanan pangan., zoning wilayah dan ketahanan pangan

Statistik Situs

Visitors :227765 Org
Hits : 523596 hits
Month : 1847 Users
Today : 49 Users
Online : 1 Users