headerphoto

BELAJAR SEJENAK PENCEGAHAN KEJAHATAN DARI DAN DI KOREA.

Rabu, 5 Oktober 2011 19:51:58 - oleh : admin
BELAJAR SEJENAK PENCEGAHAN KEJAHATAN DARI DAN DI KOREA.

Sore itu sebenarnya tidak ada tanda apa-apa, hanya saja Jakarta
begitu panas sebagai mana biasanya dibulan Agustus yang semestinya sudah
mulai hujan tetapi mungkin karena pengaruh climate change hujan juga
belum tiba-tiba. HP-ku berdering dihubungi oleh seorang senior…,
“selamat sore, assalamualaikum perintah Komendan…, kataku”. Dari
seberang menginformasikan bahwa akan ada ujian wawancara bahasa Inggris
untuk mengikuti program pelatihan di Korea pada akhir bulan September
nanti…, “mau ikut tidak…, ditawarkan demikian”. Dan tentu jawabku “siap
mau Bang”. Singkat cerita proses ujian tersebut berlangsung dan
diumumkan delapan orang peserta ujian dari Polri dapat ikut kegiatan
program pelatihan di Korea Selatan.
Awal Oktober, tepatnya tanggal 4
Oktober kami berdelapan anggota Polisi bersama empat orang anggota BIN
berangkat ke Korea. Tanggal 5 Oktober dipagi hari kami tiba di Incheon
pelabuhan udara internasional Korea Selatan. Udara terasa sudah mulai
dingin karena memang musim sudah memasuki musim gugur. Dedaunan dipohon
memang belum pada berguguran, tetapi warnanya sudah mulai memerah dan
sebagian sudah menguning dengan begitu indahnya khas suasana suatu
negeri memasuki musim gugur. Musim ini adalah musim yang paling disukai
oleh orang-orang Korea dan kata mereka team kami sungguh pandai memilih
waktu di saat seperti ini untuk belajar di Korea.
Korea Sebuah Negeri Memperhatikan Lingkungan.
Salah satu sudut kota Seoul yang memadukan antara rumah susun, hutan
dan gunung serta sawah yang sengaja ditata dengan seimbang.
Kesan
pertama setelah tiba di Seoul dan seterusnya tampak kasat oleh mata
bahwa Korea sebagai negeri yang sangat memperhatikan lingkungan alam.
Perumahan atau tempat tinggal diatur dengan system apartment atau system
rumah susun. Sangat jarang kita bisa melihat rumah-rumah berdiri
sendiri, kecuali di pinggir-pinggir kota dan dipedesaan. Pertokoan dan
perkantoran dibangun dengan sangat memperhatikan keberimbangan
tersedianya ruang publik seperti taman, hutan-hutan kota dan fasilitas
umum seperti tempat jogging dan pasilitas olah raga seperti untuk
fitness tanpa ada kekhawatiran akan dirusak atau diambil oleh
orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sesuatu yang sangat memukau
misalnya sungai yang berada ditengah kesibukan pertokoan dan
perbelanjaan Neong Daemoon terlihat dasar dari pada sungai tersebut,
karena begitu jernihnya air yang mengalir.
Salah satu sungai ditengah perkotaan yang dasar sungai terlihat, karena sangat jernih.
Masyarakat
bisa duduk-duduk di tepi sungai dengan menikmati keindahan air mengalir
dan air mancur yang sengaja dibuat. Dalam perjalanan baik di dalam kota
Seoul maupun keluar kota misalnya ke Busan, hampir sepanjang perjalanan
kita melihat begitu hijaunya hutan-hutan yang ada dengan didominasi
oleh jenis kayu cemara disamping jenis kayu yang lain yang tampak
sebagian sudah menguning dan memerah dimusim gugur ini. Hampir semua
kita peserta berkomentar, “kok bisa ya Korea seperti ini, padahal mereka
tahun 60-an tidak jauh dengan kita yang masih kumuh”. Beberapa teman
yang pernah sekolah serta penugasan ke Eropa, Cina, AS berkomentar Korea
merupakan negeri yang patut untuk dipelajari dan mengagumkan jika
melihat perkembangan diberbagai bidang dan apalagi saat ini sudah
membantu negara-negara berkembang lainnya melalui Korean International
Cooperation Agency (KOICA). Eropa dan AS memang maju tetapi tidak begitu
aneh dengan kemajuan itu karena memang mereka negeri yang sudah lama
berkembang.
Belum lagi jika kita melihat, penataan tranportasi
subway atau kereta api dibawah tanah dan pembangunan jalan yang begitu
banyak serta lebar-lebar dengan tetap memperhatikan kepentingan pejalan
kaki dan sepeda. Dibeberapa pusat kota Seoul memang pada waktu tertentu
ada kemacetan, tetapi kemacetan tersebut tidaklah seperti di kota kita
yang kita cintai seperti Jakarta, Bandung atau Surabaya. Kemacetan yang
terjadi semata dikarenakan kesibukan waktu-waktu tertentu seperti waktu
pulang kerja atau masuk kerja diperkantoran-perkantoran dan itupun
relatif tidak lama. Sungguh kita kagum dengan negeri yang memperhatikan
lingkungan.
Menurut penuturan beberapa dosen pada saat kuliah,
negeri Korea Selatan ini bisa demikian tidak terlepas dari kontribusi
kepemimpinan Presiden Park Chung Hee yang memerintah dari tahun
1961-1979. Presiden Park Chung Hee ini meninggal dikarenakan dibunuh
oleh teman lamanya sendiri Kim Jae Kyu sebagai Kepala KCIA atau pasukan
pengamanan Kepresidenan pada tanggal 26 Oktober 1979 setelah beberapa
kali lolos dari percobaan pembunuhan seperti pada tangaal 15 Agustus
1974 yang menewaskan istrinya Yuk Yeung-su. Menurut para dosen
kepemimpinan beliau dilakukan dengan cara yang keras untuk membawa Korea
menjadi Negara industri yang mengekport dengan sangat memperhatikan
environmental atau lingkungan. Hasil dari kepemimpinan tersebut dapat
dilihat saat ini dimana Korea menjadi negeri industri yang diekport
dengan tetap memperhatikan lingkungan.
Park Chung-hee (Presiden ke 5 Korea Selatan 1961-1979)
Materi Pembelajaran.
Belajar
sejenak di Korea ini dilakukan setidaknya selama 23 hari dari tanggal 5
Oktober s/d 27 Oktober 2009 yang dilakukan di Kepolisian Korea tepatnya
di Korean National Police Agency (KNPA) dan dibeberapa organisasi
kepolisian dibawahnya khususnya Korean National Police University (KNPU)
sejenis Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) jika di Indonesia.
Materi yang dipelajari memang secara khusus tentang crime prevention dan
cybercrime investigation. Sebagai tambahan juga tentang organisasi
kepolisian di Korea dan sidikit tentang sosial budaya Korea. Metode
pembelajaran dengan mendengarkan kuliah di kelas dan diskusi serta
melakukan kunjungan-kunjungan dan sedikit praktek kegiatan kepolisian di
Korea seperti patroli menggunakan mobil patroli yang dilengkapi dengan
komputer dan alat komunikasi, patroli jalan kaki dan mencoba
mengungkapkan kembali data-data dari sebuah barang bukti digital evident
dengan menggunakan salah satu program Encase Program.
Kegiatan belajar di kelas.
Belajar
juga dilakukan dengan kunjungan pada beberapa industri strategis
seperti Hyundai Motor Industry (pabrik mobil terbesar), Hyundai Heavy
Industry (pabrik pembuatan kapal) dan Samsung. Disamping itu dengan
metode city tour melihat tempat-tempat bersejarah dan peninggalan
leluhur orang Korea.
Selintas Organisasi Kepolisian Korea (KNPA).
Photo peserta sedang patrol pantai di atas kapal Busan Coast Gusrd
(Polisi Penjaga Pantai atau Polair, organisasi ini di bawah Marine
Minister).
Luas Korea Utara dan Selatan : 223.098 Km2, Korea Selatan
100.023 Km2. Panjang demilitarized zone dengan Korea Utara adalah 238
Km, memiliki 4 musim dan secara umum suhu antara -3 derajad s/d 25
derajad celcius, jumlah penduduk Korea Selatan 48,5 Juta jiwa dan
terdiri dari 16 provinsi dan 7 diantaranya dikategorikan Metropolitan,
sedangkan 9 provinsi biasa.
Ekonomi pada tahun 1960-an dikategorikan
negara miskin akibat perang saudara antara Utara dan Selatan. Pada tahun
1960 s/d 1980-an perkembangan ekonomi sangat pesat, dimana GNI pada
tahun 1962 US $ 2,3 Milyard dan pada tahun 2005 sebesar US $ 786,8
Milyard. GDP US $ 929 Milyard dan GNI per kapita US $ 21.530,00.
Tugas
pokok kepolisian Korea sesuai dengan undang-undang Kepolisian tahun
1991 pasal 3 adalah : melindungi hak hidup dan harta benda dari
masyarakat, mencegah dan menekan serta menyelidiki kejahatan,
melaksanakan tugas intelijen, menegakkan peraturan lalu lintas dan
memelihara hukum dan ketertiban.
Seragam Polisi ada dua jenis, yaitu
uniform formal untuk upacara dan seragam harian lengan pendek untuk
musim panas dan lengan panjang dimusim gugur dan dingin.
System
kepangkatan dari bawah ke atas adalah : Auxiliary police, policeman,
senior policeman, assistent inspectur, inspectur, senior inspectur,
superin-tendent, senior superintendent, superintendent general, senior
superintendent general, chief superintendent general dan comisioner
general. Untuk promosi naik pangkat disamping sudah masanya antara 2 s/d
3 tahun haruslah lulus test, ada juga yang naik pangkat karena hadiah
berhasil menangani kasus tertentu yang menonjol.
Jumlah anggota
polisi Korea saat ini 96.324 orang dan jika ditambah dengan pangkat
auxillary police 147.651 anggota. Untuk polisi dibagi kepangkatan
berjumlah sebagai berikut : Police man : 30.030 orang, Senior Policeman :
29.266 orang, Assistent Inspectur : 20.071 orang, Inspectur : 11.530
orang, Senior Inspectur : 3.412 orang, Superintendent : 1.497 orang,
Senior Superintendent : 453 orang, Superintendent General : 35 orang,
Chief Superintendent General : 4 orang, Comisioner General : 1 orang.
Dari jumlah polisi tersebut maka police ratio adalah 1:509, dari
perbandingan ini disadari oleh KNPA belum mencapai standart PBB yaitu
1:400.
Organisasi KNPA terdiri dari 1 KNPA, 7 Metropolitan dan 9
Provincial Police Agency, 224 Police Station, 777 Patrol Center dan 737
Police Box.
Polisi memiliki 112 Police Call Center sebagai tempat
penampungan laporan masyarakat. Laporan diterima melalui berbagai cara
seperti telepon, SMS, fax dan internet kemudian masuk ke 112 police call
center untuk kemudian ditindak lanjuti dengan kedatangan anggota polisi
sebagai penegakan hukum berupa patroli mobil, motor, crime squards dan
SWAT. Jumlah 112 police call center seluruh Korea yang besar 152 tempat
dan sub call center 91 tempat serta ditangani oleh tehnisi yang bukan
polisi dan polisinya hanya berjumlah 1.327 orang untuk seluruh Korea.
112 Police Call Center ini diseluruh Korea dihubungkan dengan CCTV yang
berjumlah sepuluh ribuan CCTV dari kurang lebih 2 juta CCTV yang
terpasang di Korea. Pembiayaan pemasangan dan operasional CCTV ini
dibebankan atau dilakukan oleh pemerintah daerah distrik atau kabupaten
dan kota, polisi dalam hal ini hanya menggunakannya saja.
Crime Prevention (Pencegahan Kejahatan).
Kejahatan
yang terjadi saat ini di Korea pertahun sekitar 1,836,496 kejadian
dengan dominasi kejahatan pembunuhan 1,111 (yang ditangkap 1,069),
pencurian dengan pemberatan 4,439 (yang ditangkap 3,728), pemerkosaan
sebanyak 8,726 (yang ditangkap 7,796), pencurian biasa 21,458 (yang
tertangkap 10,779) dan kejahatan lainnya 295,560 (yang tertangkap
270,840).
Patroli mobil yang di lengkapi dengan computer dan IT lainnya.
Dalam
pencegahan kejahatan di Korea patroli polisi adalah sebagai tulang
punggung (backbone) dengan selalu mempertanyakan apakah patroli efektif
untuk mencegah kejahatan. Jenis-jenis patroli yang dilakukan adalah
patroli jalan kaki dan patroli mobil dengan satu orang anggota dan dua
orang anggota patroli. Patroli dilakukan dengan cara random dan terarah
pada suatu tujuan tertentu.
Petugas patroli saat ini diletakkan pada
unit patroli khusus dan pos polisi pada area unit patroli. Secara umum
unit patroli ini ditampilkan pada daerah-daerah yang dianggap rawan,
dengan system 3 shift atau 4 shift. Jumlah anggota patroli dalam suatu
pos polisi untuk populasi penduduk antara 5,000 s/d 20,000 adalah antara
10 s/d 20 anggota, sedangkan untuk penduduk antara 20,000 s/d 80,000
jumlah anggota patroli antara 20 s/d 50 anggota.
Patroli jalan kaki
dilakukan untuk memberbanyak berhubungan atau kontak dengan masyarakat
sekitar yang dengan cara ini akan membantu membangun kepercayaan
masyarakat pada polisi.
System patroli ini dipelajari juga oleh
Polisi Korea tentang cara-cara patroli di Kansas city, patroli jalan
kaki New York dan patroli tradisional yang sudah dilakukan selama ini.
Patroli mobil saat ini juga menggunakan komputer, GPS dan navigasi yang terintegrasi dengan 112 Crime Call System.
Sesuatu
yang penting dalam penampilan 112 crime call system ini adalah : Jumlah
laporan yang diterima melalui panggilan 112 sekitar 6,000,000 setiap
tahunnya seluruh Korea. Dengan kecepatan merespon laporan 5 menit
sebanyak 80 % dan 10 menit 95 %. Adanya hubungan yang lurus antara
kecepatan mendatangi TKP dengan tertangkapnya tersangka.
Salah satu 112 call center room di Cheonan-Asan Police Station yang memonitor sekitar 500 CCTV di kota industry Chenan-Asan.
112
call service ini memberikan pelayanan pada masyarakat lebih cepat,
fairness dan kindness, masyarakat tidak menduga bahwa polisi begitu
cepat mendatangi laporan mereka.
Perlakuan respon terhadap setiap
laporan tentu dilakukan seperti panggilan yang tidak serius dapat
didatangi oleh team patroli, tetapi panggilan yang serius akan ditangani
dengan respon yang lebih cepat.
Penggunaan CCTV center yang
terintegrasi dengan panggilan 112 baik untuk memonitor kejahatan maupun
untuk kepentingan informasi dan manajemen lalu lintas. Seperti telah
diinformasikan sebelumnya bahwa CCTV yang terpasang di Korea dan
terintegrasi dengan kepolisian dalam 112 crime call system sekitar
10,000 CCTV dari 2,000,000 CCTV yang ada di Korea. Pembangunan jaringan
CCTV dan ruang monitor ini dilakukan oleh pemerintah lokal setiap
distrik yang ada di Korea. Jadi dalam hal ini Polisi hanyalah
menggunakan untuk kepentingan pencegahan kejahatan dan menajemen lalu
lintas.
Sebagai sebuah contoh di Sepoul Metropolitan Police Agency,
System 112 Call Center dibangun sejak tahun 2003 dan penggunaannya tahun
2004 dengan menggunakan tehnologi IT. Tujuan penggunaan tehnologi ini
adalah untuk memberikan pelayanan yang cepat atas pelaporan masyarakat.
Atas
pertanyaan peserta, diinfokan bahwa pembangunan system ini membutuhkan
dana untuk seluruh Kota Seoul kurang lebih 4,600,000,000 won atau Rp. 46
M dengan pemliharaan setiap tahun sebesar 200,000,000 won atau Rp. 2 M
dengan bantuan dari pemerintahan lokal, polisi dalam hal ini sekali lagi
hanya menggunakannya saja.
Penggunaan system ini pada awalnya
menurunkan angka kriminalitas sebesar 30 % dan setelah itu angka
kejahatan stabil dan laporan masyarakat semakin meningkat sebagai ujud
akan kepercayaan masyarakat pada kepolisian.
KNPA juga melakukan
kebijakan perpolisian masyarakat yang mereka adopsi dari A.S dengan
dasar teori Fixing Broken Window. Pengeterapan Comunity Policing ini
disamping sebagai strategi juga sebagai filofi seperti yang dilakukan di
Indonesia.
Permasalahan yang dihadapi dalam penerapan perpolisian
masyarakat ini adalah sekedar retorika belaka atau sekedar penggambaran
system perpolisian tradisional. Permasalahan lainnya adalah beberapa
departement mengadopsi perpolisian masyarakat ini begitu saja sehingga
tanpa perencanaan yang berhati-hati. Di Korea ada bentuk kepedulian
masyarakat dalam berpatroli malam hari dengan seragam yang mirip dengan
polisi. Mereka ini disebut sebagai orang sipil berpatroli malam hari
atau Civilian Night Watch yang jumlahnya sekitar 37,440 seluruh Korea.
Di Indonesia relatif sama dengan patroli kamling atau juga Satpam yang
bersifat suka rela dan biasanya dibiayai oleh masyarakat sendiri atau
pengusaha setempat yang peduli pada pengamanan.
Di Korea juga ada
kelompok yang bernama Citizen Police Academy, yaitu masyarakat yang
pernah dilatih di lembaga pendidikan polisi atau police academy.
Kemudian warga negara ini membentuk suatu organisasi dan berhubungan
dengan kepolisian setempat. Kepolisian juga sering melakukan
pertemuan-pertemuan dengan group atau komunitas masyarakat tertentu di
wilayah kepolisian tersebut.
Pihak swasta di Korea juga diberikan
kewenangan untuk mengelola pengamanan, jumlahnya di Korea cukup banyak
dan ijin kegiatan pengamanan dikeluarkan oleh kepolisian lokal. Kegiatan
pengamanan swasta ini seperti misalnya di komplek-komplek industri,
pabrik mobil, dan bandara internasional Incheon dan beberapa area
terbuka tertentu.
Pengamanan yang dijalankan oleh swasta karena
disadari oleh Polisi bahwa jumlah mereka relatif masih sedikit dibanding
dengan kejadian yang harus ditangani. Dengan demikian polisi
membutuhkan pengamanan khusus untuk kegiatan tertentu.
Beberapa jenis
pengamanan swasta ini adalah : pengamanan sebuah system, pengamanan
khusus kegiatan tertentu, jasa pengawalan, guard security atau
pengamanan melekat pada orang-orang tertentu dan pengamanan fasilitas
tertentu.
Tiap-tiap pengamanan swasta memiliki tempat pelatihan
sendiri dengan materi pelajaran diatur oleh masing-masing sebagai salah
satu bentuk persaingan dari tiap-tiap perusahaan pengamanan swasta
tersebut. Para tamatan dari pelatihan penagamanan swasta ini akan
mendapat sertifikat kemampuan.
Pengamanan swasta ini contohnya adalah
lingkungan sekolahan, setiap kawasan industri, air port, jasa
pengawalan uang dan lain-lain. Beberapa contoh perusahaan pengamanan
swasta seperti SECOM, TELECAP dan CAP.
Cybercrime Investigation.
Peserta belajar cybercrime dengan gunakan program EnCase.
Di
Korea tidak memiliki departemen yang mengurusi masalah komunikasi dan
informasi. Banyak negara mempertanyakan hal ini dan sekarang sudah
menjadi pemikiran pemerintah. Persoalan-persoalan komunikasi dan
informasi ditangani oleh Korea Internet Security Agency (KISA), sebagai
lembaga yang independent walaupun biaya operasionalnya ditanggung oleh
pemerintah.
Masyarakat yang mengalami masalah-masalah seperti
kerugian akibat transaksi elektronik melalui internet misalnya, atau
website mereka kena serangan virus dan bentuk-bentuk lain yang merugikan
dapat secara langsung melaporkan kepada KISA. Kemudian KISA akan
menindak lanjuti untuk menelusurinya dan memprotek sebagai upaya
pengamanan. Sedangkan penegakan hukum dilakukan oleh Polisi melalui
cybercrime mereka. Dalam hal ini KISA dan cybercrime bekerja sama.
Menurut
dosen bahwa hasil penelitian ITU tahun 2005, Korea memimpin dalam hal
penggunaan IT, yaitu 24.9 dari 100 orang. Sedangkan Hong Kong 21.3,
Belanda 19.8 dan USA baru 12.8. Keadaan ini karena pemerintah Korea
memberikan vasilitas atau akses yang seluas-luasnya bagi masyarakat
untuk menggunakan internet baik untuk kepentingan bisnis, sekolah,
rumah, pemerintah, broaband dan wireless penetrasi.
Kerugian ekonomi
yang diakibatkan oleh penyalah gunaan internet pada tahun 2005 sebesar $
447.4 M dan tahun 2006 sebesar $ 14.7 M. Demikian juga nilai yang harus
dikeluarkan untuk memperbaiki dan memprotek personal data masyarakat
sebesar $ 47, sedangkan secara nasional rata-rata sebesar $ 1.38.
Demikian juga adanya semacam kekhawatiran dari u-sociaty terhadap
informasi dibidang keuangan, informasi lokasi seseorang dan pembuntutan
melalui jaringan CCTV yang digalakkan oleh pemerintah saat ini.
Ada tujuh hal yang dianggap bertentangan dengan pandangan umum atau sebagai sebuah dosa, yaitu :
1. Sphere and shield, yaitu illegal spam mails advertisement mobile messege.
2. Tempation, berupa spyware dan adware.
3. Cyber terror berupa pengrusakan homepage.
4. Digital fraud berupa phising dan pharming.
5.
Pelanggaran privacy seseorang seperti pencurian social security number,
kebocoran informasi dari seseorang atau informasi tentang pelanggan.
6. Pencurian ID atau pemalsuan dan perubahan dokumen kependudukan.
7. Hilangnya kepercayaan sebagai akibat dari hacking dari intenet perbankan.
Sejarah
pemakaian komputer dijelaskan bahwa pada tahun 1946 komputer baru
pertama kali digunakan. Pada tahun 1972 pertama kali internet
dihubungkan, tahun 1992 lahirlah world wide web (www), tahun 1998 baru
hadir hight speed internet yang disebut xDSL, tahun 2000 dimulainya
keberadaan mobile internet life, tahun 2002 adanya keberadaan
confergence cultur, tahun 2206 hadirnya 3G mobile telecom tech dan
sekarang era ubiquitons.
Pengguna internet saat ini di dunia
setidaknya sudah 1.463.632.361. Kemudian model pengamanan yang dilakukan
oleh cyber cop dalam hal ini KNPA adalah melalui ID, kerahasiaan,
penggelapan, phishing, instusion, DdoS, mal-code, business, youth
protect, cyber violence dan defamation.
Pembelajaran tentang “Aplication of Digital Forensics Techniques” yang diberikan oleh Research Engineer Joseph Kim.
Kata
forensic dari bahasa latin foren yang esensi artinya adalah perdebatan.
Dalam terminologi modern saat ini artinya adalah membawa suatu ilmu
pengetahuan dari barang bukti kedalam sidang pengadilan atau sesuatu
yang khusus diajukan dalam sidang pengadilan.
Peragaan penanggulangan terorisme oleh Den 868 Anti Terrorism KNPA
Digital
forensic adalah sebuah pemilah-milahan dan analisis dari suatu data
yang diambil dari media tempat penyimpanan data digital dengan cara-cara
yang benar dan informasi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai alat
bukti di pengadilan berdasarkan hukum.
Digital forensic dapat juga
diartikan sebagai sebuah cara atau tehnik untuk mendapatkan kembali,
menimbulkan kembali dan dipilah-pilah, diteliti dan diuji dari barang
bukti digital untuk kemudian diterjemahkan dengan menggunakan peralatan
tertentu.
Yang menjadi perhatian dari digital forensic adalah :
1. PC/ laptop forensics, yaitu file, email, internet activity.
2. Device forensic, yaitu cell phone, PDA, MP3 Player (iPod!).
3. Network forensic, yaitu internet traffic, local atau wireless traffic dan firewall.
Ada lima langkah dasar dalam digital forensic ini, yaitu :
1. Persiapan yang melingkupi masalah kemampuan petugas dengan pelatihan dan pembelajaran bagi investigator.
2. Pengumpulan barang bukti yang valid dibutuhkan untuk dibawa ke pengadilan.
3. Pemilihan dari bukti-bukti yang ada untuk kemudian diuji dan diuji.
4. Analisis sesuai dengan barang bukti yang dibutuhkan.
5. Pelaporan yang ditujukan untuk siapa, bentuk surat atau paparan.
Perlakuan terhadap barang bukti digital forensic haruslah dijaga dengan cara :
1. Peralatan untuk menyimpan haruslah disegel dengan baik.
2. Barang bukti komputer harus dijaga dengan peralatan yang dapat melindunginya dari kerusakan dan juga harus disegel.
3. Amankan peralatan pada tempat yang terkunci.
4. Letakkan segala peralatan pada lokasi yang memang diperuntukkan untuk komputer.
Dalam memulai langkah menangani sebuah data untuk kepentingan digital forensic ini, maka sesuatu yang pertama dilihat adalah :
1. File system artifact, yaitu file permissions, time stamps, deleted file, hidden log file.
2. Lihat aplikasi logs, yaitu syslog, app log, web, ftp, peer-to-peer, mail, database, dan lain-lain.
3. Back door accounts yaitu new administrator accts, esclated privilages.
4. Deviations from trusted baseline, yaitu MD5 hashes dan file signature analysis.
5. Operating system logs (event logs).
6. Keywords in yaitu slack space, logical file space, compound docs.
Pada
dasarnya dalam sebuah barang bukti digital forensic data yang ada
disebut sebagai “iceberg”, dimana data yang dapat diungkapkan dengan
cara-cara yang alami sangat kecil, tetapi yang tersimpan jauh lebih
besar, jadi seperti gunung es. Pengungkapan data yang lebih besar
tersebut tentu membutuhkan cara-cara khusus karena data tersebut telah
dihapus, diberi nama baru, disembunyikan, dan disimpan ditempat yang
susah.
Beberapa data yang dapat diungkapkan dengan cara-cara khusus tersebut antara lain :
1. Corerespondence seperti surat elektronik, instant message yang biasanya langsung dihapus.
2. Graphic file tentang pornografi anak, scanned untuk mendapatkan sesuatu data yang pernah dilakukan.
3. Audio files seperti voicemail, recorded messages.
4. Financial data yaitu excel spreadsheets, access database.
5. Vidio files seperti home vidio, web cam dan internet vidio.
Pembelajaran
dengan cara mempraktekkan secara langsung tentang salah satu aplikasi
untuk menelusuri data yang disembunyikan atau sudah dihapus atau
dihilangkan dengan program EnCase Program. Pada pelatihan ini memberikan
pengalaman bagaimana caranya menimbulkan data-data dari sebuah file
dengan menggunakan program EnCase secara alami. Dari proses ini dapat
ditimbulkan sebanyak-banyaknya data yang ada. Kemudian dengan cara-cara
yang lebih khusus juga dapat ditimbulkan kembali data-data yang sudah
pernah dihapus maupun data yang diganti namanya serta kegiatan apa saja
yang pernah dilakukan dengan data tersebut. Seperti misalnya pernah
mengkopi suatu data tertentu atau pernah mencetak data sesuatu
sungguhpun kegiatan tersebut tidak tampak jika ditelusuri dengan cara
yang biasa.
Team pembelajar diterima oleh Duta Besar R.I untuk Korea Bp. Nicholas T. Dammen
Perusahaan
yang mempresentasikan system pencegahan kejahatan dibidang cyber crime
ini adalah perusahaan NHN atau Net Human Network, yaitu perusahaan
dibidang mesin pencari yang bernama NAVER, sejenis dengan google.
Website mereka adalah http://www.naver.com yang kemudian berkembang pada
http://jr.naver.com yaitu website untuk anak-anak, kemudian berkembang
pada website mainan atau game http://www.hangame.com dan juga untuk
hiburan dengan website http://happybean.naver.com
Difinisi cyber
crime adalah dibawah kejahatan komputer atau kejahatan yang aktifitasnya
berkaitan dengan informasi, tehnologi dan infra struktur termasuk
melakukan akses yang illegal, penyadapan yang illegal melalui tehnik
yang tidak umum, tranmisi data komputer dari dan ke komputer system.
Atau menurut NETAN kejahatan cyber secara umum adalah kejahatan yang
menggunakan cyber space sebagai cara untuk melakukan kejahatan tersebut,
seperti misalnya penipuan melalui internet, mendistribusikan online
pornografi anak-anak dan lain-lain.
Dalam NHN ada system pengamanan
yang ditangani oleh organisasi internal yaitu CISO sebagai upaya
melindungi jaringan maupun pengguna dari website NHN dari berbagai
kejahatan cyber. Organisasi ini tentu bekerja sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang ada.
Dalam bekerja melakukan kerja sama
dengan pihak luar yaitu dengan National Cyber Security Center (NCSC)
yaitu suatu lembaga dibawah National Inteligence Service (NIS) semacam
BIN di Indonesia. Bekerja sama dengan Supreme Presecutur Office (semacam
Kejaksaan Agung di Indonesia) khusus dengan divisi investigasi agency.
Bekerja dengan Cyber Terror Respone Center (CTRC) atau NETAN dibawah
Korean National Police Agency. Bekerja sama dengan Korea Communications
Commission (KCC) yaitu lembaga dibidang pembuat regulasi dibidang
informasi dan komunikasi. Bekerja juga dengan Korean Internet and
Security Agency (KISA) yang berada dibawah KCC.
Langkah-langkah
pencegahan yang dilakukan oleh CISO ini adalah setiap ada proyek baru
atau produk baru yang akan diluncurkan, kemudian tentu ada tahap-tahap
perencanaan, designing dan pemberian kode dan seterusnya samapi pada
peluncuran produk. Pada tahap-tahap tersebut dilakukan pengecekan apakah
produk tersebut sudah memenuhi syarat dari kepentingan pengamanan.
Disamping itu setelah program diluncurkan maka dilakukan kampanye
sebagai upaya pengamanan seperti dengan perubahan password atau securing
private dan lain-lain.
Negara-negara yang banyak mengalami gangguan dari kejahatan dunia maya ini adalah AS, China, Brasil, Rusia dan Canada.
Para pelaku yang profesional dalam melakukan kejahatan dunia maya dimotivasi oleh bayaran dari pekerjaan mereka.
Para
pelaku tradisional mafia biasanya dimotivasi oleh melakukan sebuah
pekerjaan, melakukan komunikasi yang tertutup dengan alasan berjudi,
mengambil keuntungan dari perkembangan tehnologi untuk kesenangan karena
bisa membuka sesuatu yang dirahasiakan dan mereka diperdaya oleh para
hacker yang profesional
Jenis atau distribusi tehnik kejahatan maya
ini antara lain seperti misalnya mengirim email atau lampiran sebuah
email, pengguna terperdaya untuk membuka lampiran, adanya gambar atau
vidio yang berupa skandal, sepertinya update sebuah pengamanan atau
adanya rangsangan sehingga pengguna akan membukanya.
Kesimpulan.
Dari
pembelajaran yang diberikan dapat disimpulkan bahwa kebijakan Republik
Korea dalam hal ini Korean National Police Agency dalam menciptakan
keamanan dan ketertiban lebih menekankan pada upaya pencegahan atau
crime prevention. Kegiatan pencegahan kejahatan ini dilakukan tampak
dari struktur organisasi yang cukup besar pada pemberdayaan Patrol
Center yang berada dibawah Police Station yang tugas utamanya adalah
patroli. Demikian juga dengan pemberdayaan struktur organisasi Police
Box yang tugas utamanya adalah patroli di wilayahnya masing-masing dan
jika ada kejahatan mereka hanya menangani secara awal dan selanjutnya
diserahkan kepada unit investigation yang ada di Police Station.
Penekanan
kebijakan pencegahan kejahatan yang lain adalah adanya penggunaan 112
Crime Call System atau 112 Call Center yang terintegrasi dengan
pemasangan CCTV diseluruh pelosok kota. 112 Crime Call Syatem ini berada
hampir disetiap Police Station dan terhubung dengan kurang lebih 10,000
(sepuluh ribu) CCTV dari sekitar 2,000,000 (dua juta) CCTV yang
terpasang di Korea. Pemasangan CCTV ini dibiayai oleh pemerintah lokal
di tiap-tiap district, kepolisian hanya memamfaatkan saja untuk
kepentingan kecepatan mendatangi gangguan kamtibmas serta manajemen
informasi lalu lintas. System CCTV Center ini juga digunakan untuk
Traffic Information Center dalam pengendalian lalu lintas di kota-kota
besar di Korea Selatan.
Meminum air pembersih jiwa sebelum masuk pure sesuai kepencayaan masyarakat local di Candi Silla Busan.
Perpolisian
masyarakat atau community policing juga dilaksanakan oleh kepolisian
Korea sebagai sebuah filosofi dan strategi perpolisian. Kegiatan ini
dilakukan dengan kegiatan patroli berjalan kaki dan berhubungan dengan
masyarakat dalam wilayah patroli mereka. Adanya kegiatan patroli malam
hari oleh masyarakat disekitar wilayah mereka masing-masing yang disebut
civilian night watch, yang jumlah mereka saat ini sekitar 37,440 orang
untuk Korea. Polisi Korea juga melakukan kerja sama dengan masyarakat
seperti adanya forum Citizen Police Academy untuk membahas
masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan dipecahkan secara
bersama.
Kegiatan lain yang mencerminkan adanya upaya pencegahan
kejahatan ini adalah pemerintah Korea mengizinkan adanya private
security atau kelompok perusahaan yang bergerak dibidang jasa
pengamanan. Jasa pengamanan swasta ini misalnya pengamanan dibidang
system, pengamanan khusus untuk orang-orang khusus, jasa pengawalan,
jasa penjagaan dan pengamanan fasilitas tertentu. Ijin jasa pengamanan
swasta ini diberikan oleh kepolisian lokal.
Walaupun kegiatan
pencegahan kejahatan sangat dikedepankan, tetapi juga proses investigasi
jika ada kejahatan dilakukan dengan menggunakan atau pemamfaatan
perkembangan tehnologi dan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini tampak dari
adanya struktur Scientiffic Investigation Division yang berada sampai
Police Station untuk melakukan langkah-langkah crime scientiffic
investigation.
Semoga pembelajaran singkat tersebut dapat bermamfaat.

Oleh Zulkarnain.

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Berita Terbaru" Lainnya

Login


Username
Password

Register
Forgot Password

Polling

Bagaimana menurut anda kinerja Polri?

 

Pesan Singkat

Support

zulkarnain
Status YM
Lutfi
Status YM

Tags

assessement center polri., assessment center polri., bunuh aku, dewan pers, draf pid, ekonomi rakyat dan ketahanan pangan, eksekusi jaminan fidusia, etos kerja petani dan nelayan mencapai ketahanan pangan, geopolitik indonesia dan wawasan nusantara, geostrategi dan ketahanan nasional, goes sepeda polri, grans strategi polri, hukum dan pembangunan nasional, idiologi dan uud 1945, interpol dan aseanapol, kamus kompetensi assessment center polri., kejahatan korea, kekuatan doa, kempemimpinan nasional, kepemimpinan kontemporer dan ketahanan pangan., kepemimpinan rahmatan lil alamin di lingkungan polri dan ketahanan pangan, kepemimpinan rahmatan lil alamin di lingkungan polri., kepemimpinan rahmatan lil alamin., kepemimpinan visioner dan ketahanan pangan, kesiapan indonesia dibidang ekonomi hadapi asean comunity 2015, ketahanan nasional dan ketahanan pangan, ketahanan pangan., kewaspadaan nasional, kewaspadaan nasional dan ketahanan pangan, konsep perubahan uu polri versi kompolnas, kontribusi teknologi dalam zoning wilayah, kumpulan pantun sekolah, ledakan penduduk dan kewaspadaan nasional., manajemen penyidikan, melindungi pekerja migrant di luar negeri, nilai-nilai pancasila dan ketahanan pangan., operasi kepolisian, paparan bhd sertijab, paparan densus tentang teroris, pelatihan divhumas polri, pembangunan wilayah perbatasan dan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat petani., pemberdayaan sumberdaya pertanian, penegakan hukum nasional, penegakan supremasi hukum, pengadaan barang/ jasa secara elektronik., pengawasan penyidikan, pengelolaan barang bukti, penyadapan dan pemantauan, peraturan kapolri, perberdayaan sumberdaya kehutanan., perkap 4 tahun 2010, perkap nomor 1 tahun 2010, perkap nomor 2 tahun 2010, perkap nomor 3 tahun 2010, piak di polri, polisi dharfur, quran, rancangan perkap pid, rancangan renstra polri 2015-2019, rezim anti pencucian uang, rezim anti pencucian uang dan pendanaan terorisme, sertijab kapolri, sinergitas aparat pemerintah dan masyarakat, sinergitas tni dan polri bersama badan ketahanan pangan., sistem jaminan sosial nasional dan ketahanan pangan, sistem manajeman nasional dan kemandirian bangsa., sistem manajemen nasional dan ketahanan nasional., sistem mananjemen nasional, strategi penegakan hukum, strategi pengambangan ilpengtek, struktur pid, supremasi hukum dan sukses pemilu 2014, transportasi dan ketahanan pangan., tunjangan kinerja di lingkungan polri, visi misi polri, wasantara dan ketahanan pangan., wawasan nusantara dan ketahanan pangan., zoning wilayah dan ketahanan pangan

Statistik Situs

Visitors :230537 Org
Hits : 533668 hits
Month : 793 Users
Today : 60 Users
Online : 2 Users